Namun ironisnya, pada saat menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, Hendrawan, justru bebas melenggang sehingga Kejati Sulteng mendapatkan sorotan tajam dari publik.
Sebelumnya, Kejati Sulteng telah terlebih dahulu menahan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni, masing-masing SA sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kemudian IS dan NM sebagai Kontraktor.
Baca Juga:
700 KK di Desa Balane Sigi Minum Air Lumpur, APBD Rp13 Miliar Justru Bagun Rujab Kejati
Kasus ini jadi sorotan publik sebab Kejati Sulteng tidak jadikan tersangka Hendrawan sejak awal bersama dengan tiga tersangka lainya.
[Redaktur : Sobat Bahtiar]