"Jabat tangan memang baik tapi jika ada unsur pemaksaan itu tidak dibenarkan apalagi dengan drama intimidasi dengan ucapan tidak pulang kami jika tidak jabat tangan" ungkap Bataraguru.
Kenapa adik Mahasiswa
tidak mau jabat tangan : 1) Bagi adik adik Mahasiswa HMI, dengar dulu tuntutan mereka di bacakan, sekiranya tuntutan itu diterima baru jabat tangan sebagai simbol sepakat kedua belah pihak
Baca Juga:
Lapor KPK Soal Pokir DPRD Sulteng, Kadis Perkimtan: Termasuk 20-an Proyek Milik Ketua Nilam Sari Lawira
2) Gubernur Anwar Hafid ,berjalan 2 tahun anggaran, cuma habis di pernyataan kosong tanpa bukti eksekusi, terhadap makin maraknya PETI dan kerusakan Lingkungan
selanjutnya yang lebih tidak terpuji lagi
setelah adik Mahasiswa HMI,
berjabat tangan yang terjadi
dilapangan Gubernur
menunjuk nunjuk muka adik HMI
dengan mengucap kalimat nada emosi
Bagi HMI disaat menggunakan seluruh atribut ke HMI an, artinya dalam tugas mulia membela Ke Indonesian dan Keislaman
Baca Juga:
Pelaksanaan 'Road to Selat Makassar Summit' Sebagai Dukungan Sulteng Pada Pembangunan IKN
olehnya tindakan yang diperlihatkan oleh Gubernur Sulteng dan Bupati Toli Toli bagi kami Institusi Keluarga Besar HMI sebagai tindakan tidak terpuji, yang melecehkan marwah dan atau menjatuhkan harkat dan martabat HMI
"Atas dasar itulah kami meminta kedua Kepala Daerah Gubernur Anwar Hafid dan Bupati Toli Toli Amran untuk memohon Maaf,"
Ketua KB HMI itu mengajukan dua tuntutan: 1) Permintaan maaf terbuka dari Gubernur Anwar Hafid dan Bupati Amran. 2) Tindak lanjut penertiban PETI sesuai tuntutan yang telah diserahkan saat aksi