SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kota Palu– Tiga Unit Proyek Rumah Jabatan (Rujab) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) tidak rampung sesuai waktu yang ditentukan, Hingga pertengahan Februari 2026 progresnya diperkirakan masing- masing baru mencapai 78%, Padahal Kontrak seharusnya berakhir Akhir Desember 2025.
Ketiga proyek ini adalah bagian dari fasilitas mewah Kejati Sulteng yang dibiayai oleh Hibah APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) Senilai Rp13 miliar pada Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Tahun Anggaran 2025.
Baca Juga:
KPK Periksa Pengusaha Rokok Rokhmawan Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai Kemenkeu
Informasi yang dihimpun SULTENG.WAHANANEWS.CO, dari salah satu sumber menyebut bahwa sejak awal hibah ke Kejati Sulteng ini diduga dikondisikan pada sala satu group kontraktor tertentu sehingga pelaksanaanya terbengkalai sebab kesulitan anggaran, akibatnya tidak mampu menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu sesuai Surat Perintah Kerja (SPK).
"Ada mafia proyek yang atur anggaran ini, ada dari pihak Kejati sebagai penerima hibah, dan juga dari pihak Pemprov, kemudian di kondisikan ke kontraktor tertentu, buktinya 3 proyek Rujab Kejati hanya 1 kontraktor yang dapat, padahal lelangnya bukan 1 paket," ungkap sumber ini kepada SULTENG.WAHANANEWS.CO, beberapa bulan yang lalu.
Namun, Sumber ini meminta identitasnya dirahasiakan.
Baca Juga:
Penipuan Berkedok KPK, Sahroni Sudah Serahkan Rp300 Juta
Dugaan persekongkolan berbagai pihak dalam pengkondisian proyek-proyek hibah ini seolah membenarkan hasil survey KPK yang dipaparkan dihadapan Kepala Daerah se-Sulteng pada rapat koordinasi pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih, Jalan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. Rabu (6/8/2025).
Dalam kesempatan itu, Plt. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Agung Yudha Wibowo, menyampaikan bahwa berdasarkan data Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) KPK menemukan tingkat rawan korupsi terjadi di sektor Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) di Sulteng.
Dari 13 kabupaten kota di Sulteng Survey KPK rata-rata capaiannya 64,37%.