Jahatnya Pengkhianatan Oknum Aparat Pembeking.
Persoalan Poboya juga menyisakan satu pertanyaan krusial, bagaimana mungkin aktivitas ilegal berskala industri yang menggunakan puluhan alat berat dan pasokan bahan kimia berbahaya bisa beroperasi bertahun-tahun tanpa tersentuh?
Baca Juga:
Pecah Rekor! AKBP Helen Simanjuntak Jadi Polwan Pertama yang Pimpin Polres di Polda Babel
Jawabannya, mengarah pada dugaan kuat adanya perlindungan. Jika dugaan ini benar, maka tindakan oknum aparat yang membekingi PETI adalah bentuk pengkhianatan paling jahat terhadap negara dan rakyat.
Seragam dan kewenangan yang diamanatkan konstitusi untuk menegakkan hukum justru didagangkan menjadi benteng pelindung kejahatan. HPA mendorong aparat untuk menindak tegas para semua pihak yang terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal di Poboya.
"Tangkap para pemodal, pemasok alat berat dan bahan kimia, serta penadah emas Ilegal. Telusuri aliran uang, dan potensi kerugian Negara. Cari dan tangkap bila ada pengkhianatan aparat pembeking," tandas Ashar Yahya.
Baca Juga:
Kirim Pesan Maaf ke Istri, Pria Berinisial WH Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kamar Hotel
Oknum pembeking ini tidak hanya membocorkan jadwal razia atau menjamin jalur aman pasokan B3, tetapi secara tidak langsung turut meracuni sumber air tanah warga Kota Palu dan sekitarnya, serta membiarkan kas negara dirampok demi fee pengamanan pribadi.
Sebab jika tidak ada keterlibatan oknum, penyelidikan yang transparan dan terbuka justru akan membersihkan nama baik institusi.
"Tetapi jika terbukti ada oknum yang bermain, maka seragam dan pangkat tidak boleh dijadikan tempat berlindung dari jerat pidana," katanya.