Anies Baswedan berpandangan dan menggagas langkah nyata untuk menyejahterakan petani. Diawali dengan kekurang-sepakatannya dengan pengembangan Food Estate, Anies lebih memilih untuk mengembangkan "contract farming" dalam menata pembangunan petani ke depan.
Ia berpendapat pola "contract farming" lebih memungkinkan untuk meraih keberhasilan ketimbang kegagalannya.
Baca Juga:
Menko Yusril: Syarat Capres Tanpa Threshold Bakal Dibahas Lewat Revisi UU Pemilu
Berbeda dengan Anies, Prabowo menyatakan akan terus mengembangkan Food Estate secara lebih berkualitas lagi. Prabowo optimistis Food Estate bakal mampu memakmurkan petani.
Dalam debat Capres yang digelar oleh KADIN, Prabowo malah berobsesi agar petani Indonesia mampu berkiprah seperti petani di Jerman.
Pagi bekerja jadi petani, malamnya langsung bersantai di cafe-cafe kawula muda. Kondisi ini jelas sangat berbeda dengan yang terjadi di negara ini. Profesi petani masih cenderung identik dengan suasana kemiskinan dan modernitas.
Baca Juga:
Kemungkinannya 99% MK Akan Menolak Sengketa PHPU Terkait Pilpres 2024
Sementara Ganjar Pranowo sendiri, lebih memilih melakukan perbaikan dalam penyiapan berbagai faktor produksi seperti ketersediaan benih, pupuk, irigasi dan kehadiran Penyuluh Pertanian dalam proses percepatan kesejahteraan petani.
Bagi Ganjar Pranowo, kemudahan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi menjadi hal yang sangat prioritas untuk ditempuh.
Selain itu, penguatan kelembagaan petani penting untuk dioptimalkan, sehingga kehadiran dan keberadaannya mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan petani dan keluarganya.