SULTENG.WAHANANEWS.CO, Sigi– Sekitar 10 kilometer dari Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, ada 700 Kepala Keluarga di Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, yang setiap hari masih harus mengandalkan air berlumpur untuk minum dan konsumsi rumah tangga. Akses air bersih layak hingga kini belum tersentuh.
Kondisi itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Warga menyebut sudah berulang kali mengajukan perbaikan jaringan air ke pemerintah provinsi dan kabupaten, tapi realisasi di lapangan nihil.
Baca Juga:
Keterbukaan Informasi Publik Ala Gubernur AH Diduga Hanya “Jargon”
Fakta ini kontradiksi dengan pemandangan sejumlah fasilitas mewah Kejati Sulteng yang dibiayai melalui hibah APBD Pemprov Sebasar Rp13 miliar.
"Kami bukan minta mewah. Cukup air yang tidak keruh saja. Anak-anak sering sakit perut karena air ini," ujar salah satu warga Balane kepada SULTENG.WAHANANEWS.CO, Jumat (26/6/2026).
Irigasi Mati 2 Tahun, Sawah Ogoamas 1 Sojol Utara Gagal Panen
Baca Juga:
Tata Kelola Tambang Sulteng Disorot, Akademisi Buka Ruang Dialog ke Pemprov
Bukan hanya Balane. Di Desa Ogoamas 1, Kecamatan Sojol Utara, saluran irigasi pertanian sudah mati selama 2 tahun. Akibatnya, sawah warga gagal panen berulang kali.
Irigasi dan air bersih adalah tupoksi Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air, Cikasda Sulteng. Artinya, OPD yang sama seharusnya jadi ujung tombak menyelesaikan persoalan di dua titik ini.
Di Sisi Lain: Rp13 Miliar Hibah untuk Rujab Kejati Masuk Prioritas 2025