SULTENG.WAHANANEWS.CO, Parigi Moutong - Program bantuan Alat dan Mesin Pertanian atau Alsintan dari pemerintah pusat yang seharusnya gratis, diduga justru membebani kelompok tani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Sejumlah kelompok tani calon penerima bantuan traktor roda empat jenis Jonder mengaku diwajibkan menyetor uang puluhan juta rupiah sebelum bantuan diserahkan.
“Katanya program pemerintah gratis untuk dongkrak swasembada pangan. Tapi kalau harus bayar puluhan juta dulu, dari mana modal kami,” ujar salah seorang perwakilan kelompok tani yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan. Jumat (21/82026).
Baca Juga:
Mendagri Pastikan 9 Daerah Siap Laksanakan PSU pada 16 dan 19 April 2025
Berdasarkan penelusuran, pungutan liar itu berkedok biaya administrasi, pengurusan proposal, hingga mobilisasi alat. Nilainya disebut mencapai Rp60 juta sampai Rp70 juta untuk satu unit traktor Jonder.
Padahal traktor tersebut merupakan barang milik negara dengan nilai investasi tinggi. Proses verifikasi CPCL seharusnya ketat, transparan, dan bebas transaksi di bawah meja.
Distribusi Melejit, Pengawasan Lemah
Baca Juga:
KPU Parigi Moutong Libatkan 168 Petugas Lipat Surat Suara PSU Pilkada
Data resmi menunjukkan lonjakan distribusi Alsintan di Parigi Moutong. Bantuan traktor roda empat tercatat 2 unit di 2022, naik jadi 6 unit di 2023, dan melonjak 20 unit di 2025. Total 28 unit dalam 3 tahun.
Secara keseluruhan, bantuan Alsintan untuk Parigi Moutong mencapai 91 unit dari 2022 hingga 2025. Meliputi drone, hand sprayer, pompa air, rice transplanter, traktor roda 2, roda 4, hingga crawler.
Namun, praktik ini bukan hal baru. Keluhan serupa pernah beredar sebelumnya tapi tidak pernah dituntaskan. Publik menduga ada keterlibatan oknum mulai dari penyuluh lapangan hingga makelar proposal.