Selain itu, fasilitator juga diharapkan mampu melakukan evaluasi terhadap proses pendampingan agar tidak ada materi yang terlewat atau tidak terserap dengan baik oleh keluarga sasaran.
Irmayanti mengingatkan agar program SKK tidak bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
DPRD Kota Palu Bahas Raperda Kode Etik dan Tata Beracara BK
Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan koordinasi antar-OPD guna memastikan program berjalan optimal dan menghasilkan perubahan signifikan bagi keluarga sasaran.
Selain itu, ia mengatakan pentingnya menuntaskan pendampingan terhadap keluarga tahap pertama sebelum beralih ke sasaran berikutnya serta meminta agar keluarga yang didampingi tidak ditinggalkan sebelum benar-benar mandiri.
Oleh karena itu, dia meminta OPD untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja para fasilitator sejak awal pelaksanaan program.
Baca Juga:
Pemkot Palu Anggarkan Rp17,12 Miliar untuk Transportasi Publik Tahun 2025
“Kita semua memiliki batas waktu. Selagi diberikan kewenangan dan amanah, mari kita jalankan sebaik mungkin. Pastikan keluarga sasaran benar-benar mandiri setelah mengikuti program ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembekalan ini, kata dia, diharapkan para fasilitator mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendampingi keluarga sasaran sehingga program Sekolah Khusus Keluarga dapat memberikan dampak berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi keluarga lainnya di Kota Palu.
[Redaktur: Patria Simorangkir]