SULTENG.WAHANANEWS.CO, Palu - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memperkuat peran fasilitator dalam program Sekolah Khusus Keluarga (SKK) guna meningkatkan kualitas serta kemandirian keluarga.
Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo pada kegiatan pembekalan fasilitator SKK di Palu, Selasa (28/4/2026), mengatakan program SKK telah dimulai sejak 2025 dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas keluarga.
Baca Juga:
DPRD Kota Palu Bahas Raperda Kode Etik dan Tata Beracara BK
Ia menegaskan sebanyak 30 keluarga yang menjadi peserta tahap pertama program tersebut harus dipastikan telah mendapatkan pendampingan maksimal dari organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait.
“Kami berharap 30 keluarga yang telah mengikuti tahap pertama ini benar-benar sudah mandiri, baik secara ekonomi maupun kesehatan, serta memiliki wawasan yang baik, hingga aspek pendidikan yang setara,” katanya.
Sekda juga menekankan pentingnya intervensi yang tepat terhadap seluruh kebutuhan keluarga sasaran serta evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan peserta tahap pertama agar kondisinya benar-benar lebih baik dari sebelumnya.
Baca Juga:
Pemkot Palu Anggarkan Rp17,12 Miliar untuk Transportasi Publik Tahun 2025
Menurut dia, peran fasilitator sangat krusial dalam keberhasilan program tersebut sehingga pembekalan tersebut penting dilakukan.
Fasilitator tidak hanya dituntut memahami materi program, tetapi juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan keluarga sasaran, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan dalam pendidikan.
“Fasilitator harus mampu menyampaikan dengan baik, memotivasi, dan memastikan apa yang disampaikan benar-benar dipahami,” katanya.
Selain itu, fasilitator juga diharapkan mampu melakukan evaluasi terhadap proses pendampingan agar tidak ada materi yang terlewat atau tidak terserap dengan baik oleh keluarga sasaran.
Irmayanti mengingatkan agar program SKK tidak bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen dan koordinasi antar-OPD guna memastikan program berjalan optimal dan menghasilkan perubahan signifikan bagi keluarga sasaran.
Selain itu, ia mengatakan pentingnya menuntaskan pendampingan terhadap keluarga tahap pertama sebelum beralih ke sasaran berikutnya serta meminta agar keluarga yang didampingi tidak ditinggalkan sebelum benar-benar mandiri.
Oleh karena itu, dia meminta OPD untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja para fasilitator sejak awal pelaksanaan program.
“Kita semua memiliki batas waktu. Selagi diberikan kewenangan dan amanah, mari kita jalankan sebaik mungkin. Pastikan keluarga sasaran benar-benar mandiri setelah mengikuti program ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembekalan ini, kata dia, diharapkan para fasilitator mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendampingi keluarga sasaran sehingga program Sekolah Khusus Keluarga dapat memberikan dampak berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi keluarga lainnya di Kota Palu.
[Redaktur: Patria Simorangkir]