SULTENG.WAHANANEWS.CO, Toli-toli– Video viral memperlihatkan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, yang disapa “AH”, dan Bupati Toli-Toli Amran Yahya beradu argumen dengan massa demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menuntut penghentian aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Toli-Toli, Sulteng, Kamis (4/6/2026).
Dalam video yang beredar luas, suasana sempat memanas saat Bupati Toli-toli berdialog langsung dengan demonstran yang didahului Gubernur AH, yang terlihat diduga ikut intimidasi dengan menunjuk-nunjuk kooordinator lapangan demonstran, Sehingga kericuhan sempat terjadi dan massa berupaya menerobos barikade aparat.
Baca Juga:
Tak Selaras dengan Prinsip Kedaulatan Rakyat, HMI Gunungsitoli-Nias Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD
Ketua Presidium Keluarga Besar Hijau Hitam KB-HMI Sulawesi Tengah, Andi Ridwan Batara Guru, menyoroti tindakan kedua kepala daerah tersebut.
“Atas nama Ketua KB HMI Sulteng Saya menyesalkan tindakan Gubernur dan Bupati Toli-toli yang diduga mengintimidasi dan memprovokasi adik-adik HMI yang diawali oleh Bupati menghadapi tuntutan aksi tentang Pertambangan emas Tanpa Izin PETI,"ujar Andi Ridwan dalam keterangannya. Jumat (5/6/2026).
Semestinya hal itu tidak perlu terjadi dan saya mendesak kedua kepala daerah tersebut untuk segerah meminta maaf secara terbuka,” tegas Andi Bataraguru kembali.
Baca Juga:
Milad KAHMI ke-59, Ketua MD Kepulauan Nias Apresiasi Lafran Pane Heritage dan Launching 17 Buku
Hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemprov Sulteng maupun Pemkab Toli-toli terkait permintaan maaf yang diserukan KB-HMI Sulteng.
Aksi mahasiswa HMI ini merupakan bentuk protes terhadap maraknya PETI yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar tambang.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]