Iqbal kembali berharap agar para penyuluh pertanian bekerja keras untuk menjadikan Sigi berbasis agribisnis ke depannya.
"Harapannya hasil pertemuan ini ada perhatian lebih dalam kaitan dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan penyuluh sehingga membangkitkan komitmen dan konsistensi mereka dalam peningkatan kinerja agar tugas di lapangan bisa lebih baik lagi," tuturnya.
Baca Juga:
Disbun Kaltim Lakukan Peremajaan 300 Hektare Kebun Karet di Kutai Barat
Sementara itu Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta mengatakan berdasarkan laporan dari kepala desa dan camat beberapa penyuluh pertanian tidak aktif turun di lapangan.
"Ke depan setiap kegiatan para penyuluh agar harus tercatat dan setiap bulan laporan itu disetor ke dinas terkait dan dievaluasi mana penyuluh yang aktif dan tidak," ujarnya.
Menurutnya, jika ada penyuluh pertanian tidak aktif maka akan dievaluasi dan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
Baca Juga:
Pemkot Jakarta Barat Gandeng Poktan Tanam Bibit Cabai
"Kalau tidak aktif maka kita potong tunjangan penghasilannya," ucapnya.
Menurut dia, Kabupaten Sigi ke depan harus menjadi kekuatan agribisnis agar harapannya bidang pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan serta usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia menuturkan pemerintah daerah akan terus mengupayakan untuk pembangunan infrastruktur pertanian di Sigi, yang saat ini sangat terbatas.