Tantangan lainnya adalah luasnya wilayah pengawasan serta keterlibatan jaringan yang terorganisir. Sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah yang memiliki aktivitas ekonomi, mobilitas penduduk, dan jalur transportasi yang cukup tinggi menjadi perhatian khusus dalam pengawasan peredaran narkoba.
Meski demikian, Ditresnarkoba Polda Sulteng terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di seluruh wilayah hukum tanpa terkecuali.
Baca Juga:
Lagi, Polres Nias Gulung Pengedar Sabu di Gang Nusantara Gunungsitoli
Dirresnarkoba menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan.
"Partisipasi masyarakat sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Informasi dari masyarakat sering kali menjadi pintu awal pengungkapan kasus narkotika," katanya.
Untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, pihaknya menerapkan strategi yang mencakup penegakan hukum, pengembangan jaringan intelijen, pemanfaatan teknologi informasi, pengawasan jalur distribusi, serta kerja sama dengan berbagai instansi terkait.
Baca Juga:
Dua Pengedar Sabu di Nias Utara Dibekuk Polisi
Pemanfaatan teknologi dan intelijen menjadi salah satu kunci dalam mengungkap jaringan narkotika yang semakin canggih. Selain tindakan represif, pihaknya juga terus mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi, penyuluhan, kampanye anti narkoba, serta program edukasi di sekolah dan kampus.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh narkoba.
“Dalam pengalaman selama bertugas, banyak kasus yang meninggalkan kesan mendalam, terutama ketika menemukan korban penyalahgunaan narkoba yang masih berusia muda dan kehilangan masa depan akibat ketergantungan narkotika,” ujar Dirresnarkoba.