I Ketut menerangkan tahun lalu juga banjir akibat tanggul jebol pas padi mau panen, makanya masyarakat mengalami kerugian besar.
“Sebenarnya waktu pak Anwar Hafid gubernur Sulteng sekarang masih anggota DPR RI sudah mewanti-wanti agar dibangun tanggul permanen disitu agar tidak selalu jebol. Karena permasalahannya di tanggul sementara dimana pasir saja ditumpuk-tumpuk sehingga mudah jebol,”ungkap I Ketut Mardika.
Baca Juga:
Mendagri: Dampak Banjir Bandang di Sumatra 22 Desa Hilang
Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu Dedi Yudha yang dikonfirmasi via Whatsapp, belum memberikan tanggapan, Senin (30/6/2025)
[Redaktur: Sobar Bahtiar]