SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kota Palu – Masyarakat Kota Palu Sulawesi Tengah Sulteng dipastikan gagal menikmati Jalan Rajamoili – Cumicumi dan Moh Yamin – Dewi Sartika, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada akhir Desember 2025.
Padahal, rekonstruksi kedua ruas jalan ini semestinya dijadwalkan rampung dan masyarakat menikmati manfaatnya pada akhir Desember 2025.
Baca Juga:
Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang
Proyek strategis ini dibiayai oleh Japan International Cooperation Agency ( JICA) dengan skema pinjaman lunak sebesar Rp273.531.002.036, Tahun Anggaran 2023-2025.
Sementara pelaksananya dikerjakannya PT Bumi Duta Persada (PT BDP), dibawa naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan diawasi Satuan kerja pelaksanaan jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Provinsi Sulteng yang berkantor di Jalan Towua, Kelurahan tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Riski, permintaan maaf atas keterlambatan proyek tersebut.
Baca Juga:
CPNS Kementerian PU Bantu Sediakan Sarana Air Bersih Bagi Masyarakat Padang
Menurutnya, ada sejumlah faktor penyebab proyek ini gagal dilakukan PHO (Provisional Hand Over) serah terima sesuai jadwal yang ditentukan.
“Pekerjaan yang rencananya akan PHO di Bulan Desember 2025, tetapi terhambat dengan pemindahan tiang-tiang utilitas yang berada di area pekerjaan sehingga diperlukan koordinasi yang intensif, BPJN dalam hal ini dibantu oleh Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Riski Kepada SULTENG.WAHANANEWS.CO, Senin (29/12/2025).
“Seperti terlihat di lapangan, sampai dengan saat ini masih terdapat beberapa tiang utilitas, memindahkan asset kabel dan tiang mereka masing-masing namun masih tersisa aset tiang dan kabel tak bertuan,” ucapnya kembali.