“Selama ini yang diuntungkan adalah cukong dan aktor di balik layar, sementara masyarakat hanya menerima dampaknya, mulai dari lingkungan rusak, jalan hancur, sungai tercemar, konflik sosial, dan kini nyawa melayang,” tutur Safri.
Mantan aktivis PMII ini menegaskan, tragedi yang terus menerus menelan korban jiwa di PETI Poboya ini harus menjadi pelajaran bagi penegakan hukum di Sulteng
Baca Juga:
Komisi III Tegaskan Tidak ada Surat Presiden Terkait Pergantian Kapolri
“APH di Sulteng harus melakukan penegakan hukum secara menyeluruh tanpa pandang bulu terhadap pelaku PETI di Sulteng,” tegas Safri.
Dalam kesempatan itu, Safri, melontarkan peringatan keras, ia mengatakan bahwa setiap detik pembiaran terhadap tambang ilegal adalah ancaman langsung terhadap nyawa rakyat baik pekerja maupun warga yang berada di lingkungan sekitar.
‘’Jika negara terus diam, maka negara harus siap menanggung dosa kemanusiaan berikutnya,” tutupnya.
Baca Juga:
Polres Dairi Keluarkan Undangan Kedua, Abdi Manullang: Jangan Sampai Menjadi Penyalahgunaan Wewenang
[Redaktur: Sobar Bahtiar]