Redaksi juga mendatangi RSUD Undata di Jalan Martadinata, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, untuk konfirmasi. Namun, Hingga berita ini ditayangkan, Direktur RSUD Undata dr. Jumriani, sedang sibuk.
"Ibu Direktur sedang sibuk pak belum bisa ditemui," ujar salah satu satpam yang berjaga di depan ruangan Direktur Umum RSUD Undata, saat ditemui SULTENG.WAHANANEWS.CO, Senin, (8/6/2026).
Baca Juga:
"Kuota Internet Hangus" Operator Seluler Sebut Istilah Itu Tidak Tepat
Di Tengah Keluhan, Pemprov Dorong RS Undata Bertaraf Internasional
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid baru saja melakukan kunjungan kerja ke Hainan International Medical Center, China. Kunjungan itu untuk menjajaki kerja sama pengembangan sektor kesehatan dan industri farmasi guna mendukung Program “Berani Sehat” dan menjadikan RS Undata pusat layanan medis bertaraf internasional di Sulteng.
Anwar mengapresiasi kelengkapan fasilitas HIMC yang memiliki sekitar 40 rumah sakit spesialis modern. Pemprov juga mengincar peluang investasi industri obat-obatan agar Sulteng jadi kawasan strategis Indonesia bagian tengah.
Baca Juga:
82 Perjalanan KA Dibatalkan Akibat Tanggul Jebol dan Air Pasang
Harapan serupa disampaikan Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Lamadjido. Saat membuka Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan di RS Undata, Kamis (7/5/2026) Reny menyebut target RS Undata naik kelas harus dimulai dari peningkatan kualitas layanan, penguatan pendidikan dokter spesialis, hingga peningkatan kemampuan SDM lini depan.
Tiga program pendidikan dokter spesialis sudah dibuka di RS Undata: Ilmu Bedah Sp-1, Obstetri dan Ginekologi Sp-1, serta Ilmu Penyakit Dalam Sp-1. Untuk mendukung status Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama, Reny berharap petugas garis depan menguasai bahasa Inggris sebagai bagian strategi layanan internasional.
“Untuk jadi rumah sakit dengan pelayanan yang betul-betul internasional maka yang di depan harus bisa bahasa Inggris,” kata Reny.