SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kota Palu – Video suasana ruang tunggu Klinik Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Undata Palu viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi lebih dari 1 menit itu, puluhan pasien lansia tampak kecewa karena harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian pemanggilan antrean, Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan video yang diunggah warga, ruang tunggu klinik berkapasitas penuh. Sebagian besar pasien adalah lansia. Perekam video menyebut pasien sudah tiba sejak pukul 06.00 WITA, namun hingga pukul 14.30 WITA nomor antrean 100-an baru dipanggil hingga nomor 50-an.
Baca Juga:
"Kuota Internet Hangus" Operator Seluler Sebut Istilah Itu Tidak Tepat
“Orang tua semua ini… dari jam enam pagi, kasian ya. Dari subuh ibu,” ujar perekam dalam video.
Ia juga menyinggung kondisi antrean yang semakin lama. “Tambah parah memang, bukan kita sembuh tambah jadi penyakit,” ungkapnya.
Ekspresi pasien beragam. Ada yang tampak lelah duduk lama, ada pula yang berbincang sesama pasien. Sejumlah petugas terlihat lalu-lalang membawa berkas, namun antrean belum berkurang.
Baca Juga:
82 Perjalanan KA Dibatalkan Akibat Tanggul Jebol dan Air Pasang
Peristiwa ini menambah daftar keluhan publik terkait pelayanan antrean pasien BPJS dan umum di fasilitas kesehatan, khususnya bagi pasien lanjut usia yang fisiknya lebih rentan menunggu lama.
Perekam video mengakhiri rekamannya dengan ajakan “viralkan saja”, berharap keluhan ini mendapat perhatian pengelola agar pelayanan ke depan lebih baik.
Saat video masuk ke redaksi, SULTENG.WAHANANEWS.CO, berupaya menghubungi Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata dr. Franklin Lessyama Sinanu, melalui pesan WhatsApp, Namun tidak ditanggapi diduga nomor WhatsApp diblokir, Kamis (4/6/2026)
Redaksi juga mendatangi RSUD Undata di Jalan Martadinata, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, untuk konfirmasi. Namun, Hingga berita ini ditayangkan, Direktur RSUD Undata dr. Jumriani, sedang sibuk.
"Ibu Direktur sedang sibuk pak belum bisa ditemui," ujar salah satu satpam yang berjaga di depan ruangan Direktur Umum RSUD Undata, saat ditemui SULTENG.WAHANANEWS.CO, Senin, (8/6/2026).
Di Tengah Keluhan, Pemprov Dorong RS Undata Bertaraf Internasional
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid baru saja melakukan kunjungan kerja ke Hainan International Medical Center, China. Kunjungan itu untuk menjajaki kerja sama pengembangan sektor kesehatan dan industri farmasi guna mendukung Program “Berani Sehat” dan menjadikan RS Undata pusat layanan medis bertaraf internasional di Sulteng.
Anwar mengapresiasi kelengkapan fasilitas HIMC yang memiliki sekitar 40 rumah sakit spesialis modern. Pemprov juga mengincar peluang investasi industri obat-obatan agar Sulteng jadi kawasan strategis Indonesia bagian tengah.
Harapan serupa disampaikan Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Lamadjido. Saat membuka Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan di RS Undata, Kamis (7/5/2026) Reny menyebut target RS Undata naik kelas harus dimulai dari peningkatan kualitas layanan, penguatan pendidikan dokter spesialis, hingga peningkatan kemampuan SDM lini depan.
Tiga program pendidikan dokter spesialis sudah dibuka di RS Undata: Ilmu Bedah Sp-1, Obstetri dan Ginekologi Sp-1, serta Ilmu Penyakit Dalam Sp-1. Untuk mendukung status Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama, Reny berharap petugas garis depan menguasai bahasa Inggris sebagai bagian strategi layanan internasional.
“Untuk jadi rumah sakit dengan pelayanan yang betul-betul internasional maka yang di depan harus bisa bahasa Inggris,” kata Reny.
Masyarakat menunggu komitmen Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dan wakil Gubernur Renny Lamadjido, mampukah kedua pemimpin Sulteng ini merealisasikan mimpi "Berani Sehat"
[Redaktur: Sobar Bahtiar]