SULTENG.WAHANANEWS.CO, Buol– Kerusakan yang muncul di awal pengerjaan proyek preservasi Jalan Nasional ruas Buol–Lakuan langsung disorot KRAK Sulteng. Proyek senilai Rp16,8 miliar yang digarap PT Surya Lima Perkasa ini dinilai rawan bermasalah.
Ketua KRAK Sulteng Harsono Bereki menyebut kondisi jalan yang sudah retak dan berlubang padahal belum lama dikerjakan menunjukkan ada yang tidak beres.
Baca Juga:
Kerap Aniaya Ibu, Kakak Adik Sepakat Bunuh Ayah Kandung di Sulteng
“Anggaran Rp16,8 miliar itu uang rakyat. Seharusnya hasilnya bisa dipakai lama. Kalau baru sebentar sudah rusak, berarti ada masalah di mutu, pengawasan, atau teknis pelaksanaannya,” ujar Harsono di Buol, Minggu (04/07/26).
Ia merinci beberapa dugaan penyebab di lapangan. Mulai dari kedalaman galian patching yang tidak sesuai, alat kerja yang tidak sesuai SOP, material LPA bercampur lumpur, sampai proses pengaspalan yang dilakukan saat hujan.
“Kalau temuan-temuan ini benar, maka ini bukan kesalahan kecil. Ini tanda kontrol mutu di lapangan tidak jalan,” katanya. Menurut Harsono, pekerjaan jalan punya standar baku di tiap tahapannya. Satu penyimpangan kecil saja bisa memperpendek usia jalan secara signifikan.
Baca Juga:
Biaya Perjalan Dinas Komisi IV DPRD, BPBD, Disdik Sulteng Habiskan Rp220 juta
Karena itu ia mendesak agar pengawasan diperketat. Tidak cukup hanya penjelasan administratif dari pelaksana dan konsultan pengawas.
“Harus ada pembuktian. Lakukan uji lab, turun langsung ke lapangan, cek kepadatan, sampai audit teknis. Publik berhak tahu penyebab pastinya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan soal tanggung jawab. Jika terbukti pekerjaan tidak sesuai kontrak, maka kontraktor wajib memperbaiki dengan biaya sendiri. Tapi jika lemahnya ada di pengawasan, maka instansi terkait juga harus bertanggung jawab.