Sekadar catatan, PT BRMS memegang 96,97% saham Citra Palu Minerals. Kemudian, Bumi Resources Tbk. (BUMI) selaku holding perusahaan memiliki saham PT CPM sebesar 3,03%. Selanjutnya, terdapat kepemilikan saham sebesar 0,0001% oleh perusahaan Singapura, Enercorp Ltd. Berdasarkan laporan keuangan BRMS, Citra Palu Minerals beroperasi berdasarkan KK generasi VI yang terbit pada 1997. Kemudian, KK operasi produksi perseroan terbit pada 14 November 2017 dan berlaku hingga 31 Desember 2050. Jenis KK yang dimiliki oleh Citra Palu Minerals merupakan KK operasi produksi golongan mineral logam serta fokus pada komoditas emas, dengan luas konsesi sebesar 85.180 ha.
Terdapat lima blok yang dimiliki perseroan, antara lain; Blok I Poboya seluas 27,214 ha, Blok II Winehi seluas 23,694 ha, Blok IV Anggasan seluas 11,770 ha, Blok V Moutong seluas 12,118 ha, dan Blok Roto seluas 10,384 ha.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan 28 Perusahaan Tak Boleh Beroperasi, Aset Dikelola Danantara
Total sumber daya mineral dari blok yang telah berproduksi, yakni Blok 1 Poboya tercatat sebesar 40,2 juta ton dengan kadar rata-rata emas 3,5 g/t dan perak 8,0g/t yang setara dengan 4,53 juta ons emas dan 10,28 juta ons perak. Sumber daya tersebut berasal dari dua area tambang di Poboya, yakni River Reef dan Hill Reef.
Dari sisi cadangan mineral, Blok Poboya tercatat memiliki total cadangan sebesar 34,1 juta ton dengan kadar rata-rata emas 3,2 g/t dan perak 7,8 g/t, setara dengan 3,54 juta ons emas dan 8,6 juta ons perak.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]