Ia menceritakan sumur suntik dibuatnya atas permintaan pemilik kontrakan di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi.
Di mana, saat dirinya melakukan pengeboran dan menancapkan pipa ketiga tiba-tiba terdengar suara letusan.
Baca Juga:
Ketua MIPI Anwar Hafid Lantang di Mimbar, Tapi APBD Se-Sulteng Carut Marut: Kemiskinan 12,17% APBD Malah Mengalir ke Vertikal
"Tiba-tiba terjadi semburan lumpur setinggi pohon kelapa kira-kira di kedalaman 18 meter, tetapi tidak berlangsung lama," ungkap Rusli.
Setelah ledakan pertama, ia kembali menancapkan pipa keempat dan terjadi ledakan kedua, namun tidak menimbulkan semburan semburan serupa, tetapi air keluar dari bawah tanah sangat banyak bercampur minyak.
"Saya berfikir air yang keluar belum sepenuhnya air bersih, sehingga saya tancapkan kembali satu pipa lagi dan timbul ledakan berikutnya disusul gas. Baru setengah meter pipa tertancap pekerjaan saya hentikan karena situasi tidak memungkinkan," ucap Rusli.
Baca Juga:
Rumah BUMN Pertamina Hadirkan 13 UMKM di Jambore Provinsi Sulteng
Rencananya pengeboran hari ini kembali dilanjutkan, namun gas masih saja tetap keluar sehingga pihaknya terpaksa membatalkan untuk melanjutkan.
"Rencananya 12 pipa akan di tancap untuk sumur air bersih. Peristiwa ini sudah dilaporkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kepolisian," demikian Rusli.[jef]