Namun saat melakukan pemeriksaan fisik langsung ke lokasi ternyata pihak inspektorat yang bergabung dalam team pemeriksa khusus (Pemsus) diduga difasilitasi oleh Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) provinsi Sulteng sehingga tim Pemsus diduga tidak bekerja secara profesional.
Masyarakat setempat yang berinisial IM, mengatakan bawah pemeriksaan proyek tersebut diduga ada konspirasi antara yang memeriksa dan yang diperiksa.
Baca Juga:
Biaya Perjalan Dinas Komisi IV DPRD, BPBD, Disdik Sulteng Habiskan Rp220 juta
"Mana mungkin bisa bekerja profesional ketika tim pemeriksa dan tim yang diperiksa berkunjung ke lokasi proyek bermasalah melakukan pemeriksaan secara bersama-sama dengan satu mobil. Karena itulah patut diduga terjadi konspirasi antara yang memeriksa dan yang diperiksa" pungkasnya.
Wahananews.co mengunjungi gedung inspektorat provinsi Sulteng untuk mengkonfirmasi kepada ketua tim Pemsus Inspektorat Syamsu Alam, Senin (20/2/2023).
Syamsu Alam mengaku ikut mobil rombongan Cikasda menuju lokasi proyek yang dilaporkan masyarakat tersebut untuk melakukan pemeriksaan fisik karena tidak ada lagi biaya operasional Pemsus dikantornya saat itu.
Baca Juga:
Mengapa Pejabat Sulteng Bergerombolan ke Jakarta ditengah Defisit APBD 2025
Kemudian, wahananews.co mencoba menghubungi Kabid sumberdaya air Cikasda Sulteng Zaenuddin lewat WhatsApp. Zaenudin mempersilakan untuk melaporkan jika ada bukti yang cukup.
"Silahkan konfirmasi kepada yang bersangkutan dan silahkan laporkan jika ada bukti" pungkas Zaenuddin.
Kemudian, Wahananews.co mengunjungi PLT Inspektorat provinsi Sulteng, Mulyono di ruang kerjanya di kantor Gubernur Sulteng pada senin (20/2/2023) siang.