Edang, sapaan akrab M Ridha Saleh, mengemukakan dalam intervensi kemiskinan daerah, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyiapkan beberapa program, sebab kemiskinan terdiri dari struktural dan kultural.
Kemiskinan struktural, kata dia, disentuh dengan pemberdayaan serta menyiapkan akses pembiayaan kepada masyarakat berupa KUR. Sementara intervensi kemiskinan kultural salah satunya dilakukan dengan mengubah paradigma masyarakat yang disentuh dengan pendidikan dan pemberdayaan.
Baca Juga:
Biaya Perjalan Dinas Komisi IV DPRD, BPBD, Disdik Sulteng Habiskan Rp220 juta
"Gubernur Sulteng telah membangun kerja sama dengan BRI untuk menyiapkan akses pemodalan lewat skema KUR. BRI menyiapkan dana KUR sebesar Rp5 triliun," ujarnya.
Berdasarkan data BPS Sulteng periode Maret 2021 kemiskinan di Sulteng 13 persen. Kemudian, periode September 2021 kemiskinan berada di angka 12,18 persen, atau turun 0,82 persen.
"Hingga Desember 2022 Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menargetkan kemiskinan turun dua persen atau berada di angka 11 persen," ujarnya.
Baca Juga:
Mengapa Pejabat Sulteng Bergerombolan ke Jakarta ditengah Defisit APBD 2025
Karena itu, Gubernur Sulteng, kata dia, meminta kepada bupati dan wali kota di Sulteng agar gencarkan program pemberdayaan masyarakat, serta mendorong masyarakat untuk menggunakan KUR demi percepatan pembangunan kesejahteraan.[jef]