"Alasannya jika masyarakat bisa beternak dan berhasil maka keuntungan dari itu dapat meningkatkan perekonomian keluarganya " sebutnya.
Pemerintah daerah, kata Samuel, hingga saat ini terus berupaya agar kasus miskin ekstrem di Kabupaten Sigi tuntas.
Baca Juga:
Jejak Kemiskinan Sistemik: Konsekuensi dan Strategi Pengentasan
"Untuk miskin ekstrem kita target zero kasus, sementara pengentasan kemiskinan masih pelan-pelan dilakukan, " tuturnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sigi bahwa masyarakat miskin di wilayah itu tahun 2024 sebesar 12,83 persen dengan total 31.470 jiwa.
Sedangkan masyarakat dengan status miskin ekstrem di Sigi sebanyak 5.080 jiwa dengan persentase mencapai 2,07 persen.
Baca Juga:
Babinsa Koramil 420-07/ Sei Manau Melaksanakan Patroli Pencegahan Karhutla Di Wilayah Binaan
[Redaktur: Patria Simorangkir]