SULTENG.WAHANANEWS.CO, Morowal— Ratusan massa dari Aliansi Peduli Morowali dan Ikatan Pengurus Pelajar Kabupaten Morowali mengepung Kantor Bupati Morowali pada Senin (6/7/2026)
Aksi tersebut dipicu kekecewaan terhadap tata kelola pemerintahan daerah dan sejumlah janji yang belum direalisasikan.
Baca Juga:
Aliansi Pemuda Ende Dorong Jane Natalia Maju Cawagub NTT
Dalam orasinya, massa menyoroti empat persoalan utama: keterlambatan pembayaran gaji guru selama tiga bulan, anggaran hibah Puluhan miliar ke instansi vertikal hingga APBD senilai lebih dari Rp800 miliar yang mengendap, minimnya perhatian kepada petani dan nelayan, serta timpangnya pertumbuhan ekonomi UMKM.
Bangunan Mewah Tapi Guru Lapar
Seorang orator dari atas mobil komando menyoroti prioritas pembangunan yang dinilai tidak seimbang.
Baca Juga:
Aliansi Aktivis Jabar Tuntut Pengusutan Dugaan KKN Di Dinas PSDA Jawa Barat
“Fokus kepada bangunan tapi lupa kepada sumber daya manusianya,” ujarnya.
Ia menegaskan, percuma membangun gedung sekolah mewah jika kesejahteraan guru diabaikan. Berdasarkan informasi yang disampaikan massa, gaji guru baru dicairkan menjelang Lebaran setelah tertunda tiga bulan.
“Dalam Islam, seseorang yang bekerja sebelum keringatnya habis harus diberikan hak-haknya,” tambahnya.