SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kota Palu – Desakan kepada 11 anggota DPR RI dan DPD RI asal Sulawesi Tengah semakin keras. Kali ini datang dari Forum Pemuda Kaili Bangkit Sulteng dan aktivis masyarakat adat. Mereka menilai wakil rakyat di Senayan "bungkam" saat Sulteng memperjuangkan keadilan Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba dan pemerataan fiskal dari pusat.
Kritik terbuka disampaikan Ketua Forum Pemuda Kaili Bangkit Sulteng, Randir Lestari Takraw, melalui unggahan publik, Sabtu (16/8/2026).
Baca Juga:
Pemkab Penajam Paser Utara Proyeksikan Pendapatan Migas Naik dari Lapangan Gas Karamba Beroperasi
Mana Suara Kalian Saudara-saudaraku?
Dengan nada kecewa, Randir mempertanyakan absennya suara DPR RI dan DPD RI asal Sulteng dalam isu DBH yang selama ini hanya disuarakan Gubernur.
"Permisi, permisi, permisi. Saya sampaikan dan saya umumkan kepada yang terhormat semua. Di mana suara anggota DPR dan DPD yang ada di Jakarta tentang DBH? Jangan cuma Gubernur sendiri yang menyuarakan. Kalian di mana saudara-saudaraku? Mana suara kalian?,” tegas Randir dalam bahasa Kaili yang ia unggah.
Baca Juga:
Apresiasi Kunjungan Kajati Aceh ke Subulussalam, Wujud Keseriusan Mengusut Penyimpangan Dana Doka dan DBH
Ia menyebut, jika wakil rakyat terus diam, maka masyarakat harus berpikir ulang saat Pemilu mendatang, "Jadi untuk masyarakat Sulawesi Tengah ke depan jangan salah pilih wakil-wakil kita ke Senayan," ucapnya.
Ini Soal Hak, Bukan Minta-minta
Randir menekankan, Sulteng selama ini menjadi lumbung devisa negara dari sektor nikel dan smelter. Namun hasil dan keadilan fiskalnya belum dirasakan masyarakat.