Libatkan Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan yang paling penting: libatkan forum warga lingkar tambang dalam perencanaan. Jangan sampai masyarakat hanya diajak seremonial peletakan batu pertama, tapi tidak pernah diajak bicara saat merancang nasibnya sendiri.
CPM dan Donggi Senoro sudah menyatakan kesiapan. Niat baik mereka jangan sampai diseret hanya jadi sponsor pengaspalan jalan menuju tambang. Arahkan agar niat itu jadi jembatan keluar dari kemiskinan.
Baca Juga:
Punya Fasilitas 'High Class', Menteri PU Optimis SR Nagan Raya Berfungsi untuk Tahun Ajaran Baru
Pak Gubernur, efisiensi anggaran pusat boleh kita siasati. Tapi jangan sampai kita ikut-ikutan efisien dalam membaca regulasi dan efisien dalam berempati. Karena hukum sudah memberi kompas: CSR itu untuk mengangkat martabat manusia yang hidup di atas kekayaan tanahnya sendiri.
Sulteng butuh dua-duanya. Kita butuh truk tambang bisa lewat dengan lancar, dan kita butuh anak lingkar tambang bisa tumbuh dengan sehat. Butuh jalan yang menghubungkan desa ke kota, dan butuh sekolah yang menghubungkan anak desa ke masa depan. Karena pembangunan yang adil bukan yang hanya dirasakan rodanya, tapi juga dirasakan perut dan mimpinya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]