Sistem angkutan kota menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Parigi.
Saat ini, kebutuhan akan angkutan publik yang handal, aman, dan terjangkau semakin mendesak. Pengembangan armada angkutan kota tidak sekadar menambah jumlah kendaraan, melainkan merombak total konsep pelayanan.
Baca Juga:
Lahan Sawit Ilegal 3,5 Juta Hektare, DPR Siapkan Solusi Pemutihan
Model angkutan kota masa depan harus mempertimbangkan aspek efisiensi, keterjangkauan, dan kenyamanan.
Implementasi bus bertipe low floor, rute yang lebih komprehensif, jadwal yang konsisten, serta tarif yang terjangkau menjadi prasyarat utama. Lebih dari itu, diperlukan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel dalam pengelolaan armada.
Terminal Toboli: Merevolusi Pusat Transportasi Darat
Baca Juga:
IKN Diserbu Wisatawan Saat Lebaran, Benarkah Lebih Cocok Jadi Destinasi Wisata?
Terminal Toboli berpotensi menjadi landmark transportasi Parigi Moutong. Transformasi terminal memerlukan pendekatan multidimensi, tidak sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga sistem manajemen yang canggih.
Konsep terminal modern harus mampu mengintegrasikan berbagai moda transportasi, menyediakan fasilitas berkelas, dan menciptakan pengalaman perjalanan yang nyaman.
Inovasi yang diharapkan meliputi implementasi teknologi informasi real-time, sistem pembayaran digital, fasilitas tunggu yang representatif, serta ruang-ruang pendukung aktivitas ekonomi mikro.