"Kebetulan pada saat itu TD masih memiliki stok sapi kurban, jadi saya fasilitasi untuk dibeli oleh RS, dengan perjanjian segerah dibayar setelah RS pulang dari Jakarta," ujar MR kepada SULTENG.WAHANANEWS.CO, melalui telepon seluler, Jumat (9/1/2026).
Setelah terjadi kesepakatan, Dua ekor Sapi tersebut dibawa ke PDAM Kelurahan Duyu, untuk kurban pegawai dan warga disana.
Baca Juga:
Pasien Keluhkan Pelayanan Buruk, Begini Respons Direktur RSUD Thomsen Nias
Lebih lanjut MR, mengatakan keterlibatan dirinya pada kasus tersebut hanya sebagai penghubung antara TD sebagai pemilik sapi dengan RS sebagai pembeli.
“Kebetulan saya kenal baik pak haji TD itu, jadi saya bantu untuk menguruskan, tapi ternyata sampai saat ini belum dibayar, saya juga sudah berusaha bolak balik ke Kantor RS menagih pembayaran ini, Namun hingga saat ini belum ada penyelesaian” tuturnya.
SULTENG.WAHANANEWS.CO, berupaya menghubungi RS, guna konfirmasi hal tersebut melalui nomor telepon WhatsAppnya. Namun tidak ditanggapi, kemudian mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp tetapi juga tidak dibalas, Jumat (8/1/2026).
Baca Juga:
Usai 3 Direktur Jadi Pj Kepala Daerah, KPK Tunjuk Pelaksana Harian
Kemudian SULTENG.WAHANANEWS.CO, kembali menghubungi RS, tiga hari kemudian, Akan tetapi hingga berita ini ditayangkan, Direktur Perumdam AVO Kota Palu itu tidak menanggapi upaya klarifikasi ini. Senin (12/1/2026)
[Redaktur: Sobar Bahtiar]