Dia meyakini bahwa inisiatif bernilai triliunan rupiah itu, akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan nilai tambah bagi kekayaan sumber daya alam, dan yang terpenting, menghadirkan ribuan peluang kerja berkualitas bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Keyakinan yang sama turut disampaikan oleh Chief Executive Officer AEC Muthu Chezhian, yang mengatakan keputusan investasi itu didasari oleh kajian strategis terhadap keunggulan komparatif yang dimiliki Palu.
Baca Juga:
PLN Hadirkan SuperSUN, Siswa di Kepulauan Maluku Utara Kini Belajar Digital Sepanjang Hari
"Indonesia memegang peranan krusial dalam peta jalan transisi energi global masa depan. Palu menawarkan kombinasi yang sangat istimewa, akses langsung terhadap sumber daya nikel, konektivitas perdagangan maritim internasional, serta komitmen kuat dari pemerintah terhadap hilirisasi industri," jelasnya.
Ia juga menekankan prospek masa depan terkait permintaan infrastruktur penyimpanan energi. Dimana, pergeseran fundamental operator pusat data (data center) berskala global mulai beralih dari sistem UPS konvensional ke solusi BESS demi mencapai efisiensi dan standar operasional yang lebih hijau.
"KEK Palu memiliki potensi luar biasa untuk mendukung infrastruktur pusat data generasi berikutnya ini," ungkapnya.
Baca Juga:
Konsisten Transisi Energi Nasional, PLN Raih Penghargaan IBEA 2025
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manansang menegaskan pemerintah sangat optimistis kehadiran investasi di sektor teknologi tinggi, dan penyimpanan energi tersebut.
"Hal ini sejalan dengan upaya kita menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," katanya.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid memproyeksikan dampak positif yang akan langsung dirasakan oleh masyarakat.