SULTENG.WAHANANEWS.CO, Jakarta- Badan Anggaran DPR RI menyatakan dukungan untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Dukungan itu disampaikan setelah Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan aspirasi pengembangan bandara tersebut, di Jakarta. Rabu (20/8/2026).
Pemerintah pusat menargetkan perpanjangan landasan untuk meningkatkan kapasitas dan membuka rute penerbangan internasional. Saat ini keterbatasan panjang landasan membuat Bandara Mutiara belum bisa melayani pesawat berbadan lebar dan penerbangan langsung jarak jauh.
Baca Juga:
Aktivis Desak KPK Usut Hibah APBD se-Sulteng ke APH: Diduga Penyuapan Terselubung
Ironisnya, di saat ingin mendunia, konektivitas antar pulau justru terputus. Rute penerbangan Palu - Kalimantan yang sebelumnya hanya ditempuh 45 menit menggunakan pesawat Being kini kini hanya dilayani pesawat kecil dengan harga tiket melonjak tinggi hingga sekira Rp1,9 juta.
Warga Sulteng yang ingin ke Kalimantan menggunakan pesawat Being terpaksa transit ke Makassar atau Surabaya dulu, memakan waktu 4-6 jam.
Pemprov Sulteng Tindaklanjuti Dukungan Banggar
Baca Juga:
Ditegur KPK Soal Hibah APBD ke Vertikal, Pemprov Sulteng Melawan(?)
Pemprov Sulteng diminta segera menyiapkan perencanaan teknis dan anggaran. Kajian kelayakan, dampak lingkungan, hingga tahapan pembangunan harus jelas agar bisa masuk usulan prioritas nasional.
Hingga kini belum ada rincian berapa meter tambahan landasan yang dibutuhkan dan berapa anggaran yang disiapkan. Pemprov juga belum mengumumkan kapan kajian selesai.
Pengamat transportasi menilai, perpanjangan landasan penting untuk ekonomi. Tapi tanpa menghidupkan kembali rute antar pulau, bandara internasional berisiko jadi "megah tapi sepi, Konektivitas terdekat dengan pulau terdekat hilang, ini adalah PR Pemprov Sulteng," ujarnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]