SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kota Palu– Koordinator Aliansi Strategis Pemantau Kebijakan Publik (ASPEK) Sulteng, Yusuf Dumo, menyorot 11 wakil rakyat asal Sulawesi Tengah di DPR RI dan DPD RI. Ia menilai belum ada gerakan nyata mereka dalam memperjuangkan keadilan fiskal dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Sulteng. Kritik itu disampaikan Yusuf, di Kota Palu, Kamis (13/8/2026), di tengah wacana evaluasi hubungan fiskal pusat dan daerah.
"Kami ingin bertanya kepada 11 nama di atas: di mana suara Bapak Ibu ketika Sulteng sedang memperjuangkan keadilan fiskal dan hak DBH?" ujar Yusuf.
Baca Juga:
HPA: PETI Poboya, Kota Palu Bertahan Lama Diduga Dibekingi Oknum Berseragam
Koordinator ASPEK Sulteng Yusuf Dumo. Ia meminta 7 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI asal Sulteng untuk aktif memperjuangkan keadilan fiskal daerah. kamis (13/8/2026) [SULTENG.WAHANANEWS.CO / Awiludin Moh Ali]
Lebih lanjut, Yusuf menyebut Sulteng saat ini punya 7 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI periode 2024-2029.
Anggota DPR RI Asal Sulteng
Baca Juga:
Diduga Tidak Melalui Pembahasan DPRD, Rp14,27 Miliar Proyek di Sigi, Sulteng Disoal L-KPK, Kejati Diminta Usut Tuntas
1. Muhidin Mohamad Said - Golkar
2. Beniyanto, Benny Tamoreka -Golkar
3. Nilam Sari Lawira - NasDem
4. Longki Djanggola - Gerindra
5. Matindas Janusanti Rumambi - PDIP
6. Ellen Esther Pelealu -Demokrat
7. Sarifuddin Sudding - PAN
Anggota DPD RI Asal Sulteng
1. Febriyanthi Hongkiriwang
2. Abcandra Muhammad Akbar
3. Rafiq Al-Amri
4. Andhika Mayrizal Amir.
Sulteng Penyumbang Besar, Jangan Diabaikan
Menurut Yusuf, DBH bukan soal teknis. Ini soal keadilan. Sulteng adalah salah satu penyumbang terbesar negara dari sektor nikel dan industri pengolahan mineral.
"Sulteng tidak sedang meminta belas kasihan. Kami sedang memperjuangkan keadilan. Kalau daerah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, maka manfaatnya harus kembali secara proporsional kepada daerah dan masyarakat," tegasnya.
Ia meminta para wakil Sulteng di Jakarta mengesampingkan ego partai, "Kalau menyangkut kepentingan Sulawesi Tengah, jangan ada lagi warna partai. Yang dikedepankan harus warna daerah," katanya.
Jangan Hanya Muncul Saat Pemilu
Yusuf juga menyentil kebiasaan wakil rakyat yang hanya turun saat reses atau menjelang pemilu.
"Jangan hanya datang ke Sulteng ketika membutuhkan suara rakyat. Sekarang rakyat dan pemerintah daerah sedang memperjuangkan hak fiskalnya. Wakil-wakil kita harus ada di barisan terdepan di Jakarta," cetusnya.
ASPEK akan terus mendorong dengan data dan kajian. "Kami ingin ini ada argumentasi hukum, ada data, ada keberanian politik. Pemerintah pusat harus buka ruang dialog serius soal masa depan fiskal Sulteng," pungkas Yusuf.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]