WahanaNews-Sulteng | Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyebut penyaluran bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kendala.
Hal tersebut disebabkan adanya data calon penerima tidak sesuai atau telah menerima bantuan sebelumnya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Hadianto Rasyid pun turun ke lapangan untuk mengecek dan memastikan agar penyaluran bantuan UMKM tepat sasaran.
"Penyaluran dana bantuan memang mengalami keterlambatan. Begitu banyak data masuk dan ada beberapa yang tidak sesuai," ujarnya, Selasa (11/1/2022).
Pemerintah Kota Palu akan memberikan bantuan modal masing-masing sebesar Rp 2 juta rupiah untuk 1.000 UMKM.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Hadianto menjelaskan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada pelaku UMKM agar semangat mengembangkan usaha ekonomi dan produksinya.
Namun terdapat sejumlah persyaratan untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp 2 juta tersebut.
Hadianto memastikan pelaku usaha atau anggota keluarganya yang sudah mendapatkan bantuan sebelumnya tidak masuk kriteria.