SULTENG.WAHANANEWS.CO, Donggala– Kemacetan panjang Kembali terjadi akibat banjir rob di Jalan Poros Palu - Tolitoli jalur pantai barat, tepatnya di Desa Lende Tovea, Tompe, dan Lompio. Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (2/4/2026).
Fenomena ini kembali terjadi setelah dilakukan rekonstruksi jalan tersebut pasca bencana dahsyat gempa bumi melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala, pada tujuh tahun lalu (28/10/2018).
Baca Juga:
Keselamatan Transportasi Air Diperkuat, MARTABAT Prabowo-Gibran Soroti Peran Strategis Otorita Danau Toba
Akibat bencana itu, Masyarakat pesisir Pantai Barat harus mengalami penderitaan berkepanjangan akibat banjir rob yang hampir tiap hari melanda wilayah ini.
Sekitar Empat tahun yang lalu jalan ini telah dilakukan rehabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sulteng, Namun dalam kondisi tertentu banjir rob tetap menggenangi sepanjang jalan tersebut.
Kepala Balai BPJN Sulteng Bambang Razak saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, Namun menurutnya fenomena itu hanya terjadi pada situasi cuaca ekstrem, sehingga perlu kajian lebih lanjut.
Baca Juga:
Balita Kejang di Kabin Citilink, Dokter Penumpang Bergerak Cepat
“Iya betul terjadi banjir rob disana akibat cuaca ekstrem,” kata Bambang Kepada SULTENG.WAHANANEWS.CO, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (2/4/2026).
Namun saat ditanya, apa solusi untuk mengatasi hal tersebut apakah harus melakukan penanggulangan dan membuat tanggul lebih tinggi lagi, Bambang menjawab akan melakukan kajian lebih lanjut.
“Perlu kajian lebih lanjut karena cuaca ekstrem tidak datang setiap tahun,” ujarnya.