SULTENG.WAHANANEWS.CO, Jakarta– Komisi Pemberantasan Korupsi resmi melepas keberangkatan armada Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi ACLC, Jakarta, Selasa (6/9/2026).
Dengan mengusung tema “Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas”, JNBA 2026 menjadi strategi KPK untuk memperkuat budaya antikorupsi lewat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Baca Juga:
KPK Minta Data Anggaran Pemkab dan DPRD Muara Enim Tiga Tahun Terakhir
Tiga Bulan Menyisir NTB dan NTT
Armada JNBA akan bergerak selama Juni hingga Agustus 2026. Rute dimulai dari Kota Mataram, NTB, lalu menuju Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sumba Timur, dan ditutup di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Inovasi Baru: KPK Mengajar
Baca Juga:
Vonis Berkekuatan Tetap, Noel Ebenezer Jalani Hukuman di Lapas Sukamiskin
Berbeda dari tahun sebelumnya, JNBA 2026 meluncurkan program KPK Mengajar. Tim akan menyambangi 10 sekolah terpencil di sepanjang jalur untuk memperluas akses pendidikan antikorupsi. Siswa juga menerima bantuan perlengkapan belajar.
“Program ini jawaban atas kepedulian negara di pelosok negeri, sekaligus menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia di wilayah timur kepada seluruh masyarakat,” kata Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo.
Menurut Ibnu, investasi terbesar pemberantasan korupsi adalah membangun karakter generasi muda. Penanaman nilai integritas sejak sekolah disebut langkah strategis menuju Indonesia yang bersih dan berkeadilan.
Empat Agenda Utama JNBA 2026
Selain pendidikan, KPK memfokuskan kegiatan pada: 1) Budaya integritas: Menguatkan nilai hidup jujur dan bertanggung jawab. 2) Pelayanan publik bersih: Mendorong transparansi di instansi pemerintah. 3) Penolakan petty corruption: Menguatkan keberanian masyarakat menolak pungli dan gratifikasi. 4) Partisipasi publik: Meningkatkan pengawasan masyarakat terhadap pemerintahan.
Dua isu strategis daerah juga menjadi perhatian khusus, yaitu tata kelola alih fungsi lahan hutan untuk pertambangan dan tambak, serta pemerataan pendidikan dari sisi akses, kualitas, dan infrastruktur. KPK akan menggelar konsultasi publik, sosialisasi ASN dan perangkat desa, hingga pemetaan risiko korupsi.
Melibatkan Masyarakat Secara Langsung
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief menyebut masyarakat akan dilibatkan lewat pojok edukasi, sosialisasi, pagelaran budaya, kuliah umum, seminar, talk show, hingga dialog terbuka.
“Kami berharap JNBA jadi ruang perjumpaan antara KPK dan masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan pemda, serta menumbuhkan agen integritas di daerah,” ujar Amir.
Rekam Jejak JNBA Sejak 2018
Sejak 2018, JNBA sudah menjangkau 14 provinsi dan 73 kabupaten/kota. Total jarak tempuh lebih dari 10.000 kilometer, dengan 484.000 peserta kegiatan langsung dan jangkauan kampanye mencapai 1,4 juta masyarakat.
Pelepasan armada ini didukung Dewan Pengawas KPK, Pemprov DKI Jakarta, Badan Penghubung NTB dan NTT, LPP RRI, LPP TVRI, serta GIZ Jerman.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]