SULTENG.WAHANANEWS.CO, Donggala – Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Donggala nyaris gagal berangkat mengikuti Pekan Nasional (Penas) KTNA ke-17 di Gorontalo, 20–25 Juni 2026, sebab minimnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah akibat kebijakan efisiensi belanja.
Kendala itu terungkap saat rapat pengurus KTNA tingkat kabupaten dan kecamatan se-Donggala yang digelar di Kantor KTNA Donggala, Sabtu (4/4/2026).
Baca Juga:
BPBD Sulteng Catat Fasilitas Umum Sojol Donggala Rusak Akibat Banjir Longsor
Ketua KTNA Donggala, Tonny Hasbi, mengakui pihaknya telah berupaya menggalang dana melalui dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian.
"Kami sudah coba jalur biasa setiap Penas, tapi belum ada respons positif," ungkap Tonny Hasbi, kepada awak media, Minggu (5/4/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua KTNA Donggala sekaligus pimpinan rapat, Saharuddin, menegaskan Penas bukan sekadar kegiatan seremonial. "Ini agenda nasional setiap empat tahun, ajang adu gagasan dan teknologi untuk tingkatkan pendapatan petani-nelayan. Apalagi, Penas XVII akan dibuka langsung Presiden RI," tegasnya.
Baca Juga:
Pemkab Donggala Optimistis Perbaikan Infrastruktur Rusak Usai Banjir Selesai Tepat Waktu
Saharuddin menambahkan, koordinasi peserta harus melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) masing-masing kecamatan agar partisipasi maksimal. Meski anggaran terbatas, KTNA Donggala komitmen berangkat swadaya. Kuota peserta 125 orang butuh Rp2 juta per orang, tapi keterbatasan dana berisiko batali isi stand pameran panitia.
"Kami tetap gaspol swadaya supaya tak kecewakan Pemda. Tapi, stand pameran kemungkinan kosong karena anggaran pas-pasan," pungkas Saharuddin. KTNA Donggala berharap ada intervensi pemangku kepentingan agar Donggala tetap berkontribusi maksimal di ajang bergengsi itu.
[Redaktur: Awiludin Moh Ali]