WahanaNews-Sulteng | Puluhan armada pengungkut sampah turut mengsukseskan program Palu bersih.
Setiap armada memiliki seorang sopir dan sejumlah kernet.
Baca Juga:
Mahasiswi Bali Jadi Korban Kecelakaan di AS, Biaya Pemulangan Jenazah Capai Rp180 Juta
Para Sopir armada pengangkut sampah ini di upah Rp2,5 juta setiap bulannya.
Sedangkan para kernet armada pengangkut sampah per orangnya hanya Rp2,2 juta setiap bulannya.
Jika berkaca pada UMK Kota Palu tahun 2022 sebesar Rp 2.848.203.
Baca Juga:
Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev Umumkan Pembicaraan dengan Perwakilan Pemerintahan Trump
Gaji sopir dan kernet armada pengangkut sampah dinilai masih kurang.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, gaji para sopir dan kernet itu akan bertambah nantinya.
"Tahun ini kita menambah, dan tahun depan ditambah lagi," ungkap Hadianto Rasyid, Sabtu (19/2/2022) pagi
Hadianto Rasyid menuturkan, semua itu merupakan hasil dari retribusi sampah yang tiap bulan dibayar oleh warga ke pemerintah.
Sebab, uang retribusi sampah kini langsung masuk ke kas daerah Kota Palu.
"Dari hasil retribusi sampah itulah kemudian kita naikkan intensif padat karya, gaji RT/RW. Dan Insya Allah tahun ini akan dinaikkan lagi," bebernya.
Hadianto Rasyid juga menambahkan, melalui retribusi sampah tiap bulan itu.
Nantinya Pemerintah Kota Palu akan kembali menambah Armada pengangkut sampah.
Dengan begitu, tenaga kerja juga akan banyak terserap.
"Tenaga kerja yang terserap juga akan bertambah, 92 unit dikali jumlah enam orang dalam satu unit, berarti ada sekitar 500 orang akan diberkerjakan nantinya," ujar Hadianto Rasyid.[kaf]