Sulteng.WahanaNews.co, Palu - Satgas Madago Raya Polda Sulawesi Tengah mengajak mantan narapidana terorisme (eks-napiter) untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran paham radikal di masyarakat.
"Kami mengundang para eks-napiter untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mencegah radikalisme di wilayah kita," ujar Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, di Palu, Sabtu (11/1/2025).
Baca Juga:
Pendiri NII Center Ungkap Terduga Teroris Purworejo Terpapar Radikal Sejak Kuliah di IPB Bogor
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kapolda memimpin pertemuan dengan beberapa mantan narapidana terorisme yang telah menjalani program deradikalisasi, didampingi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Provinsi Sulawesi Tengah dan pejabat terkait lainnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya Satgas Madago Raya dalam memerangi terorisme dan radikalisme di Sulawesi Tengah, yang telah berlangsung sejak tahun 2021. Hingga saat ini, sebanyak 15 eks-napiter telah berhasil direintegrasi ke dalam masyarakat dan aktif dalam kegiatan pencegahan paham radikal.
Irjen Pol. Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa keterlibatan eks-napiter dalam program ini sangat penting karena mereka memiliki pengalaman langsung dan pemahaman mendalam tentang proses radikalisasi.
Baca Juga:
Sisi Kelam AI Diungkap Polisi Inggiris, Untuk Penipuan hingga Pelecehan Seksual
"Mereka dapat menjadi contoh nyata bahwa perubahan itu mungkin, dan dapat membantu mencegah orang lain terjerumus ke dalam paham ekstremis," tegasnya.
Salah satu eks-napiter yang hadir, Andi (bukan nama sebenarnya), menyatakan komitmennya untuk membantu upaya pencegahan radikalisme.
"Saya ingin berbagi pengalaman dan memperingatkan generasi muda tentang bahaya paham radikal. Ini adalah kesempatan kedua bagi saya untuk berkontribusi positif pada masyarakat," ujarnya.
Terkait program deradikalisasi, Kepala BNPT Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Suryadi Jaya Purnama, menjelaskan bahwa proses reintegrasi eks-napiter melibatkan berbagai aspek, termasuk pendampingan psikologis, pelatihan keterampilan, dan dukungan ekonomi.
"Kami tidak hanya fokus pada perubahan ideologi, tetapi juga memastikan mereka memiliki keterampilan dan peluang untuk hidup normal di masyarakat," kata Dr. Suryadi.
Satgas Madago Raya juga berencana untuk memperluas program ini dengan melibatkan lebih banyak eks-napiter dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan radikalisme.
Mereka akan diajak untuk memberikan ceramah di sekolah-sekolah dan komunitas, serta terlibat dalam program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mencegah rekrutmen kelompok teroris.
Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada dukungan masyarakat.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai dan toleran, sehingga paham radikal tidak memiliki tempat untuk berkembang di Sulawesi Tengah," pungkasnya.
[Redaktur: Patria Simorangkir]