Untuk saat ini, kata dia, masyarakat menggunakan air payau untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, sedangkan untuk kebutuhan konsumsi warga membeli air bersih serta air hujan yang masih tersisa di penampungan.
"Informasi dari camat dan warga bahwa curah hujan dengan intensitas rendah hingga sedang pada tanggal 2-4 November, sehingga kebutuhan air bersih masih tercukupi untuk satu sampai dua pekan ke depan," ujarnya.
Baca Juga:
BPBD Laporkan 204 Bangunan Rusak Akibat Guncangan Gempa di Kabupaten Poso
Ia mengatakan TRC BPBD Sulteng dan kabupaten setempat terus mengupayakan pasokan air berkala ke desa-desa terdampak tersebut dengan memanfaatkan sumber air terdekat dari lokasi terdampak.
Sementara itu, tambahan mobil tangki pengangkut air bersih juga menjadi kebutuhan saat ini.
[Redaktur: Patria Simorangkir]