“Air masih tinggi dan akses utama antar desa belum bisa dilewati. Kami sudah melakukan koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat,” ujar Asbudianto.
“Saat ini, kebutuhan paling mendesak di lokasi bencana adalah pembangunan jembatan darurat untuk membuka kembali akses warga serta bantuan logistik kebencanaan bagi masyarakat terdampak,” tambahnya.
Baca Juga:
Kurangi Perjalanan Dinas Hingga Makanan, Tito Minta Pemda Efisiensi
Hingga Minggu sore, situasi masih belum stabil. Air belum surut dan wilayah Desa Wani 3 masih terisolasi, sementara warga berharap bantuan segera datang sebelum kondisi semakin memburuk.
Bencana ini kembali menjadi peringatan keras akan rapuhnya infrastruktur di wilayah rawan banjir, sekaligus menguji kesiapan pemerintah dalam merespons keadaan darurat yang menyentuh langsung keselamatan rakyat.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]