Dengan adanya kegiatan usaha tersebut, selanjutnya BUMD dapat membuat BANK EMAS yang akan menampung seluruh fisik emas yang dihasilkan untuk selanjutnya dapat dijadikan collateral/jaminan apabila BUMD membutuhkan permodalan yang lebih besar dalam kegiatan usaha lainnya.
Selain 2 kegiatan usaha yang dapat dilaksanakan sebagaimana diuraikan diatas, Potensi lainnya juga terbuka lebar seiring berkembangnya kawasan industri berbasis nikel di Sulawesi Tengah.
Baca Juga:
Konsolidasi BUMD Jakarta Kunci Ketahanan Ekonomi Global, MARTABAT Prabowo-Gibran: Sinergi Harus Berbasis Transformasi Nyata
Tingginya kebutuhan bahan baku dan jasa penunjang industri menciptakan ruang usaha yang besar bagi BUMD untuk mengambil peran strategis. Apabila dikelola dengan baik, BUMD dapat menjadi mitra utama investor sekaligus instrumen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Selain peningkatan PAD, keberadaan BUMD di sektor pertambangan juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi daerah. Mulai dari pembukaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, pengembangan UMKM, hingga percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar tambang.
Dengan demikian, manfaat pertambangan tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga oleh masyarakat luas Dimana wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya.
Baca Juga:
BUMD Didorong Lebih Inovatif dan Produktif, Bupati Garut Sampaikan Arahan Strategis
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah dan dukungan investasi yang terus meningkat, penguatan BUMD di sektor pertambangan diyakini dapat menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong kemandirian fiskal daerah dan Solusi dari efisiensi keuangan dari pusat serta mempercepat pembangunan ekonomi di Sulawesi Tengah.
[Redaktur: Awiludin Moh Ali]