SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kota Palu – Musyawarah Provinsi (Musroprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2026-2023 semakin ramai dibicarakan di kalangan pelaku usaha, Pertarungan perebutan Ketua Kadin Sulteng pada acara tersebut diprediksi akan berlangsung sengit.
Pasalnya, tiga bakal calon yang akan bertarung dalam kontestasi tersebut mengklaim dirinya dapat dukungan dari masing-masing daerah kabupaten/kota. Apalagi setiap calon dipersyaratkan menyetor uang pengambilan formulir sebesar Rp 200 juta. Bukan hanya itu, Para calon nantinya akan kembali diwajibkan menyetor uang senilai Rp 400 juta pada saat pengembalian formulir sekaligus pendaftaran secara resmi, sehingga kontestasi ini dianggap sebagai ajang aduh gengsi.
Baca Juga:
PAMA Buka Jalan UMKM Muara Enim Menembus Pasar Dunia
Kontestasi ini dapat dipastikan hanya diikuti tiga calon yang telah mengambil formulir pendaftaran, sebab hingga saat ini jadwal pengambilan formulir telah ditutup secara resmi pada Rabu (18/3/2026).
Adapun calon yang telah mengambil formulir pendaftaran adalah Endi Hermawan, kemudian disusul Gufron Ahmad, pada Senin (9/3/2026).
Kemudian, Moh Nur Rahmatu yang merupakan incumbent, sempat diragukan akhirnya menyatakan diri maju kembali dan mengambil formulir pendaftaran sehari sebelum jadwal pengambilan formulir ditutup.
Baca Juga:
Demonstrasi di Mana-mana, Kadin Ingatkan Pentingnya Kepekaan Pejabat terhadap Masyarakat
“Seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi. Dengan demikian, Bapak Moh. Nur Rahmatu ditetapkan sebagai bakal calon dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujar sekretaris Steering Committee Musyawarah Provinsi Kadin Sulteng Farid Dj Nasar. di Kantor Kadin Sulteng, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu Selasa (17/3/2026).
Kadin Sulteng Dinilai Matisuri Dibawa Kepemimpinan Moh Nur Rahmatu
Sejumlah kalangan menyoroti Kadin Sulteng sebab selama 5 tahun tidak berjalan sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987.
Adalah Moh Nur Rahmatu, yang pimpin Kadin Sulteng sebelumnya dinilai tidak mampu menjalankan induk organisasi dunia usaha tersebut. Padahal, peran Kadin sebagai wadah advokasi dan komunikasi sangat diharapkan menjadi pembina pengusaha mulai dari swasta, BUMN, maupun koperasi guna memajukan prekonomian. Namun dibawa kepemimpinan Nur Rahmatu Kadin Sulteng dinilai mati suri, Hal itu diungkap oleh sejumlah ketua Kadin Kabupaten/Kota
“Yang dibutuhkan dalam Organisasi Kadin adalah koordinasi dan konsolidasi menjalankan program visi misi untuk memajukan perekonomian, itu yang tidak jalan di Kadin Sulteng,” ungkap Ketua Kadin Donggala Dr Rahmat Arsyad, saat konferensi pers di Kantor Kadin Sulteng sesuai pengambilan formulir pendaftaran dua pekan yang lalu.
Pantauan SULTENG.WAHANANEWS.CO, Kadin Donggala, Sulteng, telah mendapat sejumlah penghargaan sebagai salah satu Kadin yang berprestasi memajukan ekonomi rakyat, Bahkan Kadin Donggala sempat menjadi sorotan karena masuk dalam 10 besar Kadin Impact Awards (KIA) tahun 2023 dengan program Sulteng Corn Collaboration.
Selain itu, Kadin Parigi Moutong, Sulteng juga dianggap berhasil memajukan ekonomi rakyat sebab berhasil menggalang investor dan telah mengekspor komoditas durian montong ke Cina, Hal itu mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan termasuk Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dan telah menobatkan Kabupaten Parigi Moutong sebagai “tambang emas berduri”
Sedangkan Kadin Provinsi Sulteng dibawa kepemimpinan Nur Rahmatu belum pernah mencatat prestasi.
Visi Misi Moh Nur Rahmatu
Sementara itu, Nur Rahmatu, mengaku telah mendapat dukungan dari sejumlah Ketua Kadin Kabupaten/kota, Ia optimis dapat memenangkan kontestasi ketua Kadin Sulteng tersebut.
Ia berjanji, jika kembali terpilih, dirinya akan fokus menindaklanjuti amanat organisasi yang sejalan dengan arahan Presiden guna memajukan ekonomi nasional dari sektor daerah.
Rahmatu, mengajak seluruh bakal calon untuk tetap menjaga marwah dan kondusivitas organisasi selama proses Musyawarah Provinsi berlangsung. Dirinya juga menekankan bahwa Kadin harus tetap solid sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Kadin harus tetap menjadi lokomotif bagi para pengusaha, Saya juga berkomitmen menyelaraskan visi Kadin dengan program strategis pemerintah pusat, termasuk rencana kerja sama dengan Koperasi Merah Putih,” ungkap Nur Rahmatu, saat mengambil formulir pendaftaran di Kantor Kadin Sulteng.
SULTENG.WAHANANEWS.CO, berupaya menghubungi nomor WhatsApp Nur Rahmatu, guna mendapatkan klarifikasi terkait sorotan para ketua Kadin daerah terhadap kepemimpinannya pada Kadin Sulteng sebelumnya.
Namun Hingga berita ini ditayangkan upaya konfirmasi ini tidak mendapat jawaban dari Nur Rahmatu
[Redaktur: Sobar Bahtiar]