Namun, beberapa anggota brigade ini memberi tahu La Presse bahwa senjata dan rompi anti peluru yang dijanjikan oleh kepala brigade tidak pernah datang, dan beberapa anggotanya berada di dekat garis depan tanpa peralatan pelindung.
Sekitar 60 anggota brigade itu telah pergi, kata komandannya kepada La Presse, dan beberapa tentara "berencana" untuk mencuri pengiriman senjata yang dipasok Amerika senilai USD500.000 dan membentuk unit mereka sendiri.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Wali akhirnya bergabung dengan unit Ukraina yang bertempur di dekat Kiev, dan menjelaskan bahwa mereka harus mencari senjata, makanan, dan bensin.
“Anda harus mengenal seseorang yang mengenal seseorang yang memberi tahu Anda bahwa di beberapa tempat pangkas rambut tua mereka akan memberi Anda AK-47,” kenangnya.
“Bahkan untuk makanan, sering kali warga sipil yang menyediakannya,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Senin (9/5/2022).
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Pada akhirnya, Wali mengatakan bahwa dia akhirnya menembakkan dua peluru ke jendela "untuk menakut-nakuti orang."
Akhirnya Wali memutuskan untuk pulang tak lama setelah dua wajib militer Ukraina ditempatkan di wilayah Donbass mengekspos diri mereka ke tank Rusia dan menerima tembakan peluru "sangat akurat" sebagai balasannya.
"Saya mengatakan kepada mereka untuk tidak mengekspos diri mereka seperti itu, tetapi mereka tidak mendengarkan saya," ungkapnya.