Lebih lanjut Hardy, mengatakan bahwa kepengurusan KADIN Sulteng saat ini sudah tidak sehat lagi sebab tidak lagi mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART KADIN itu sendiri.
“Bayangkan saja, pendaftaran mau jadi Ketua KADIN harus mengeluarkan uang Rp 200 juta dan pengembalian formulir pendaftaran harus membayar Rp 400 Juta, padahal hal itu tidak ada diatur dalam AD/ART.
Baca Juga:
Perkuat Soliditas, Kapolrestabes Medan Terima Kunjungan Dan Denpom I/5
Selain itu Kata Hardy, selama periode 5 tahun ini, KADIN Sulteng dibawa kepemimpinan Nur Rahmati seperti mati suri, sama sekali tidak ada kegiatan.
Justru kalah dengan KADIN Kabupaten Parigi Moutong yang terbukti berkontribusi memajukan UMKM, dan telah berhasil melakukan Ekspor Durian Montong ke Tiongkok.dihadiri Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Kamis (26/2/2026)
“Seharusnya, Ketua KADIN Sulteng Malu kalah dengan KADIN Parimo, kita telah saksikan bersama KADIN Parimo telah berhasil menggerakan UMKM Parimo ekspor Durian Montong ke Tiongkok yang diresmikan langsung oleh Gubernur,” pungkas Hardy.
Baca Juga:
Perwakilan Aliansi Tenaga Honorer Sumedang Kunjungi Komisi I DPRD, Sampaikan Agenda Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu
[Redaktur: Sobar Bahtiar]